Minggu, 19 Juni 2011

5 Ranu Lumajang (Ranu Pane, Kumbolo, Pakis,Klakah,Bedali)

Ranu Pane 
LUMAJANG disebut kota pisang, tepatnya pisang “Agung” yang menjadi andalan kota ini. Kota yang masyarakatnya mayoritas mengandalkan sektor pertananian untuk menghidupi keluarganya. Di perkebunan banyak yang bertani teh, coklat maupun kopi (Ini di daerah Gucialit). Tak lain di daerah Klakah dan Senduro banyak terdapat duren, alpukat, nangka, muris, sawo, kelapa, dan tentunya pisang-pisangan “Agung”. Di sawah banyak bertani padi, kedelai, kacang tanah, kacang panjang, kacang ijo, jagung, tebu, dll. Di daerah pegunungan pasti menjumpai wortel, bawang merah, sawi, col, dll. Suburnya Lumajang ini. Kotanya masih teduh dan tidak banyak polusi udara yang mengisi isi kota ini. Banyak tempat yang indah yang bisa dijadikan pariwisata di Lumajang. Wisata alam yang tentunya berbeda dengan kota lain. Pada tulisan kali ini lebih jauh membahas ranu yang ada di Lumajang.
Lima Ranu di daerah lumajang. Di Lumajang Selatan dekat Mahameru kita akan menjumpai dua Ranu yaitu Ranu Pane dan Ranu Kumbolo. Perjalanan ke Ranu Pane dari Lumajang sangat indah dan dingin. Dari kota kita akan melewati Senduro dan melewati Taman Nasional yang isinya adalah pohon-pohon besar. Wih ngeri juga lewat sini, sepi dan takut ada hewan buas. Tapi melintasi daerah sini dengan kendaraan motor atau mobil InsyaAllah aman. Hehehe.....
Sampai di dekat Ranu Pane kita melintasi daerah perkebunan.. Wih keren plus dingin.. Bernapas di daerah sini sungguh segar, membuat paru-paruku berterima kasih telah diajak ke tempat ini untuk menghirup udara segar, hehehe.... Sampai di Ranu Pane udara semakin dingin. Ranu Pane yang indah yang di atas lapisan air Ranu ini akan ditemui kabut-kabut yang menandakan dinginnya udara daerah ini. Subhanallah ciptaan Allah.. Allahu Akbar (Allah Maha Besar). Rumput yang lumayan tinggi mengisi pemandangan di sekitar kawasan Ranu Pane ini. Pemandangan yang sungguh indah..
Banyak Ilalang
Dari Ranu Pane berlanjut ke Ranu selanjutnya yang menurutku yang paling indah. Boleh ku sebut tempat terindah yang pernah kutemui. Ranu ini adalah Ranu Kumbolo berada di bawah Semeru yang berdiri kokoh dengan indahnya. Sebelum kesana kita harus mendaftar terlebih dahulu untuk mengetahui data diri pendaki. Waktu mendaftar, di sebuah papan disebutkan nama-nama korban yang meninggal waktu mendaki.. hii ngeri takut nama kita ada disitu ntar. Sempat aku ingin mewurungkan perjalanan ini tapi teman-teman selalu memberi semangat.. Okelah, yuk!!!!!!! Butuh perjuangan yang ekstra untuk sampai di Ranu Kumbolo. Bayangkan kita harus berjalan kurang lebih 5 jam menuju Ranu Kumbolo. Wiiih, pokoknya kita harus jalan karena perjalanan ini hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki untuk kesana. Tapi tidak terasa waktu itu karena sepanjang perjalanan digunakan untuk menikmati pemandangan yang luar biasa.
Baru keluar dari hutan bertemu padang rumput yang luas
Di atas Tanjakan Cinta
Ranu Kumbolo :)
Perjalanan menuju Ranu Kumbolopun sangat indah. Pertama melewati kebun-kebun petani yang dikebunnya tertanam kentang, sawi, col, wortel, bawang merah. Wih suburnya negeri ini Ya Rabb. Setelah melewati kebun, kita akan mulai memasuki hutan. Gila hutan, H.U.T.A.N yang isinya itu pohon besar-besar dan jalannyapun tambah menanjak daripada tadi. Sempat nafasku menjadi panjang karena kelelahan. Akibat tempat ini semakin tinggi maka oksigen yang adapun semakin berkurang ditambah udaranya semakin dingin. Dinginnya makin bertambah karena gerimis menyambut kedatanganku. Huawww... Akupun terpaksa untuk duduk di tepi jalan setapak. Mengatur napasku lalu minum. Setelah cukup istirahat lanjut jalan lagi yang disambut dengan tanjakan. Ayo semangat Ranu Kumbolo sudah dekat. Hanya itu yang dikatakan temanku “ketua rombongan” untuk menyemangati kita. Padahal jalan terus-terusan tapi ya belum sampai-sampai juga. Ketika terus berjalan, wiih bisa melihat tempat yang jauh di bawah. Tempat yang sudah kita lalui tadi wahh jauh juga. Kita lanjut yuk terus semangat. Jalan lagi, hujan ini membuat semakin dingin dan kita naik tanjakan lagi. Huh-huh-huh.. Sekarang kita ada di bukit tertinggi menuju Ranu Kumbolo, dan kita ntar lagi turun menuju Ranu Kumbolo. Eh ga taunya dekat aku berada ini ada kuburan. Ya Allah lindungi aku dan kita segera turun. Merosot seperti perosotan. Hehe.. sungguh inidah perjalanan ini, rasa persahabatan dan kebersamaan yang tinggi. Ketika aku sudah keberatan membawa ranselku maka aku tukar dengan teman yang ranselnya lebih ringan,hehe.. Setelah beberapa kali merosot dan terjatuh, ihhhhhhhh keren aku melihat padang rumput. Seperti bukit Teletubies .. ijo..ijo..jjo.. indahhhh... nyanyi-nyayi dech.. Nyanyi lagu cinta, lagu anak-anak, lagu kebangsaan.. Dasar teman-teman yang konyolll.. Kangen banget dengan moment-mament seperti ini.. Matahari semakin akan menghilang, untung sebelum matahri hilang terlihat Ranu Kumbolo.. Subhanallah indah.. Allah yang menciptakan semua ini sungguh indah... jalan lagi kita menuju postnya ranu kumbolo, disana ternyata banyak pendaki lain. Ada yang menyambut, selamat datang mas, mbak.. Kita membalasnya dengan selamat datang.. Wih langsung menuju pondokan, kita yang basah banyak orang yang kelihatannya mengasihi kita. Kitapun langsung ganti baju, sholat yang wudhu di Ranu Kumbolo dan menuju ke perapian orang tadi yang melihat kita kasian. Kenalanlah dengan orang situ. Namaku ana, dan seseorang menjawab Ana Altafunnisa di KCB kah? hehe.. semuanya tertawa..terus kita beramah tamah menghabiskan waktu untuk menghilangkan dingin dengan makan mie dan minum kopi yang telah kita bawa. Waktu semakin malam kita beristirahatdengan berselimut tenda. Dingiiin banget... aku tiba-tiba terbangun tetapi melihat temanku terlelap dan aku tidur lagi..
Kepompong 
Pagi hari, kita sholat lalu masak.. masak dengan air ranu kumbolo.. Ih indah di atas air ranu kumbolo berselimutan kabut putih tebal..Udaranya dingin... lanjut acara foto-foto di dekat ranu kumbolo dan foto di tenda.. Setelah itu kita menuju tanjakan cinta. Dengan semangat aku naik tanjakan itu, katanya sich bisa ngabulin cinta kita kalau waktu kita naik tanjakan itu kita sebut nama orang yang kita cintai dan jangan samapai menoleh ke belakang waktu kita naik ke tanjakan itu. Huuuh tingginya, nafaskupun tersengal-sengal.. Ayo semangat...Akhirnya bisa naik dan karena difoto akupun dipanggil dan reflek menoleh ke bawah/belakang, ya gagal dech harapan cintanya kata temanku.. hahaha.. iya lupa... akhirnya kita foto-foto di tanjakan cinta. Setelah tiba di atas kita melihat ranu kumbolo dari atas. Ya Allah aku tambah mengagumi ciptaanMu dan mengagumiMu.. Acara foto-fotopun semakin menggila.. Disini kita bisa melihat semeru yang tinggi. Aku pengen kesana tapi fisikku belum tentu bisa mencapai sana. Ku nikmati saja kau semeru dari sini. Aku sungguh senang berada di tempat ini.. Mungkin suatu saat aku bisa menuju kesana.. Hemmmmm aku sunguh kagum berada di tempat ini.. Ada edelweis juga di temapt ini. Edelweis bunga sepanjang masa, edelweisnya sudah kering. Kupunguiti satu-persatu kurangkai jadi satu dan berfoto bersama edelweis.. hehe....Sudah berlama-lama dan foto-foto kami lekas pulang.. menuruni tanjakan cinta dan merapikan tenda dan barang-barang kita dan kita kembali ke rumah.


Ranu Klakah

Dua ranu yaitu Ranu Pane dan Ranu Kumbolo sudah disebutkan divatas. Tiga Ranu lagi ada di Lumajang Utara tepatnya di Klakah. Di daerah Ranu ini udaranya tidak terlalu dingin karena letaknya bukan di gunung seperti Ranu Pane dan Ranu Kumbolo. 
Ranu Pakis


Ranu itu secara urut adalah Ranu Pakis, Ranu Klakah, dan Ranu Bedali. Ranu Pakis dan Ranu Klakah letaknya berdekatan. Didaerah ini banyak dimanfaatkan warga sekitar untuk menangkap ikan dan banyak pemuda yang memancing juga. 


Di Ranu Klakah banyak terdapat enceng gondok, tanaman yang bisa mengurangi pencemaran air. Enceng Gondok tumbuh subur di 
Ranu Bedali 
Ranu ini. Berlanjut ke Ranu selanjutnya adalah Ranu Bedali. Ranu ini ada di bawah, kita bisa meihatnya dari atas.. Indah juga Ranu ini. Ingin aku turun ke bawah tapi keadaan sekarang belum memungkinkan.. Mungkin suatu saat. Ranu ini tidak banyak dimanfaatkan orang seperti di Ranu Pakis dan Ranu Klakah. Di Ranu ini masih sepi, bagus untuk kegiatan berkemah anak-anak pramuka karena medannya yang tidak terlalu bahaya tapi indah..
Terbukti kan Lumajang mang memiliki tempat-tempat yang indah dan alami.. 

Jumat, 10 Juni 2011

Cinta Itu Indah dan Berkah


Cinta itu indah.
Allah sungguh indah menganugrahkan rasa cinta pada hamba-Nya.
Membayangkan jika dia dekat.
Akan merasakan kebahagian tiada tara indahnya.
Akan membuat garis senyuman nan indahnya.
Cinta ada di hati.
Datang juga menyentuh hati.
Tak pernah memaksa.
Penuh dengan ketulusan.
Menerima apa adanya.
Berusaha melengkapi setiap apa yang kau punya.
Tak akan menuntut.
Tak akan menengeluh.
Akan selalu ikhlas pada setiap langkah dan waktu.
Akan selalu tersenyum menyambut.
Sungguh indah yang Maha Pencipta anugrahkan atas nama cinta.
Tak akan cepat terhapus karana ada di hati.
Tak akan mudah luntur karena tertoreh dalam merasuk hati.
Atas nama cinta.
Akan selalu dinanti kehadiranmu.
Mengisi lembar kehidupan yang indah.
Menikmati keagungan ciptaan kuasa-Mu dengan cinta.
Sungguh indah..
Nan lebih sunggguh indah jika cinta ini terikat suci dalam ikatanMu.
Tak akan sempurna tanpa namaMu, tanpa bimbinganMu, tanpa restu-Mu.
Cinta sungguh indahnya memiliki cinta yang berada di jalanMu.

Ana Rokhmawati (Kamis, 09 Juni 2011 pukul 16.27 WIB)